Cara Menjodohkan atau Mengawinkan Jangkrik

Cara Menjodohkan  atau Mengawinkan Jangkrik

 Cara menjodohkan/mengawinkan jangkrik tidak secepat mengawinkan ayam atau unggas lainnya, melainkan perlu proses, waktu, dan tempat. Para mitra Budidaya pastinya penasaran seperti apa cara mengawinkan Jangkrik agar mau bertelur untuk itu saya akan kupas tuntas tatacaraternakjangkrik sekarang.Untuk lebih mudah dalam proses perkawinan dan pembuahan harus menggunakan spesies/jenis Jangkrik yang sama, jika jantan sliring maka betina juga sliring dan seperti itu. Menurut para peternak Jangkrik yang sudah berpengalaman mengatakan bahwa Jangkrik tidak susah atau bahkan tidak bisa di kawinkan silang dengan jenis lainnya karena tidak dapat menerima/memahami pesan lewat bunyinya. Jadi yang di maksudkan adalah suara ngerik Jangkrik jantan itu merupakan sebuah pesan kepada para induk betina agar kawin.


jangkrik

Ketika sang pejantan bunyi/ngerik yang di tandai dengan nada serta getaran sayap jadi bila sang induk betina telah siap kawin juga akan menyelusup kebawah pejantan serta sistem kawin juga akan jalan. Ketika masa ini sang pejantan juga akan menempatkan kantung kecil yang warnanya putih (berisikan sperma punya Jangkrik jantan) ke ujung perut (abdomen) sisi bawah pada perut induk Jangkrik betina. Bila telah sekian jadi sperma sang Jangkrik jantan juga akan di taruh didalam perut induk betina, lalu juga akan di sistem untuk berlangsung pembuahan telur.

Perlu di ketahui bahwa harga telur jangkrik sangat tinggi dan bahkan akan lebih menguntungkan menjual telur saja karena harga perkilonya mencapai 250 ribu rupiah, untuk itu dengan cara menelurkan jangkrik sendiri maka harga perkilonya mencapai 250-300 ribu rupiah, jangkrik sendiri maka akan membuka peluang untuk dapat menjual telur kepada para pembudidaya pembesaran Jangkrik.

Bila induk jantan serta betina telah kawin jadi dalam masa pembuahan ke-2 induk ini juga akan hidup dengan serta juga akan mencari tempat persembunyian yang di rasa aman dengan di tandai Jangkrik jantan yang aktif bunyi s/d telur-telur itu dikeluarkan didalam pasir atau tanah.agar mendapatkan telur jangkrik yang banyak makan di perlukan proses penjodohan dari banyak induk yang siap di jodohkan yang di tandai dengan matanya organ dengan ciri ciri sayap komplit, perut membesar dan sang jantan akan sering ngerik.
Bila telah disiapkan indukan yang siap kawin setelah itu di letakkan (di rawat) didalam kotak penjodohan, kotak penjodohan ini umum di pakai oleh beberapa peternak Jangkrik untuk sekalian menetaskan telur-telur Jangkrik. Jadi kotak ini mesti rapat serta tak ada celah di semuanya sudutnya untuk menghadapi keluarnya larva Jangkrik dari box. 
 
di dalam box yang di isi sayuran



Di dalam box/kotak penjodohan ini harus di setting dengan media hidup Jangkrik seperti pada alam bebas, didalamnya bisa di isi dengan dedaunan kering, bisa menggunakan daun pisang kering, daun tebu kering, daun jagung kering dan lain sebagainya yang sekiranya dapat di gunakan untuk tempat persembunyian Jangkrik. Selain media hidup juga perlu di berikan sebuah tempat /wadah untuk bertelur, wadah ini bisa menggunakan nampan yang telah di isi dengan pasir halus.
 
menggunakan media pasir



untuk pembuatan Box penjodohan ini baiknya di buat dengan ukuran yang cukup besar, yang ukurannya tidak sekecil kotak kardus mie instan, makin besar jadi juga akan makin bagus. Jangkrik juga akan bebas leluasa untuk mencari pasangan serta mencari tempat persembunyian yang di sukainya. Terkecuali hal itu bila box penjodohannya besar jadi juga akan kurangi terjadinya perkelahian pada Jangkrik jantan, hingga angka kematian juga akan makin menyusut serta Jangkrik siap lakukan perkawinan yang lalu berbuah jadi banyak telur.untuk ukura box penjodohan (kotak untuk mengawinkan jangkrik)yang ideal panjang sekitar 100 cm tinggi 50 cm, dengan ukuran box seperti ini akan mampu untuk di gunakan menjodohkan /mengawinkan induk jangkrik sekitar 200 ekor jangkrik.

Langkah langkah mengawinkan jangkrik/menjodohkan jangkrik

  1. Sediakan Box penjodohan dengan ukuran panjang 100cm serta lebar 50cm
  2. Sediakan Wadah telur (nampan yang di isi pasir halus)
  3. Sediakan 200 Induk Jangkrik yang siap kawin (berciri : bersayap, seringkali bunyi, perut bunting), Dari 200 ekor Indukan ini bisa dipakai perbandingan 1 : 6 yakni 1 jantan untuk 6 betina.
  4. Berilah Perawatan dengan berikan pakan berkwalitas hingga beberapa induk bertelur. 
Untuk memenuhi kebutuhan Jangkrik pakan dengan daun muda di atas belum cukup, harus di pelengkap dengan pakan biji-bijian yang sudah di olah (di haluskan), biji-bijian ini bisa menggunakan jagung, kacang hijau, kedelai, beras merah, dan tentunya biji-bijian lainnya yang di sukai oleh Jangkrik.  Untuk menjaga kondisi kandang agar tetap sehat, pastikan makanan yang tidak habis/sisa segera buang dari box penjodohan, kemudian ganti dengan yang baru. Agar kejadian seperti pakan tersisa tidak terjadi maka berilah pakan dengan secukupnya saja.

Jika makanan sudah dapat kita penuhi maka selanjutnya tidak lama induk Jangkrik akan menemukan pasangannya dan melakukan perkawinan. Sehingga pembuahan telur akan terjadi dan pada akhirnya induk betina akan mengeluarkan telurnya pada wadah telur dari nampan berisi pasir yang telah Kita siapkan.  Pada masa bertelur ini sang betina akan mencari tempat yang di rasa aman dari binatang lainnya, baik pemangsa atau dari Jangkrik lainnya namun tentunya dia akan terpaksa berbarengan untuk mengeluarkan telurnya di wadah yang telah kita buat.pada saat sang induk sudah bertelur sebaiknya selalu pantau agar terhindar dari pemangsa telur seperti semut, karena suka memakan telur jangkrik,Serta cermati sehari-harinya, jika wadah telur telah penuh bisa di ganti dengan wadah serta pasir halus yang baru, untuk menghadapi telur terlebih dulu supaya tidak di makan oleh Jangkrik beda.



telur jangkrik


pada umunya jangkrik betina kalau sudah bertelur lama kelamaan mereka semua akan mati mungkin memang sudah hukum alam dan mereka mati sudah meninggalkan tunas baru.Waktu mengelurkan telur Jangkrik betina juga akan memasukkan ovipositornya (jarum penyuntik telur) kedalam tanah pada kedalaman sekitaran 1 cm, jadi semakin lebih gampang bila media di buat dengan pasir halus yang telah di saring dengan saringan kopi/teh. Sang induk betina memasukkan telur dalam pasir ini dengan maksud supaya telur memperoleh kehangatan didalam pasir hingga bisa menetas sesudah sekian hari

Sang induk betina akan mengeluarkan telur-telur miliknya secara bertahap dan menaruhnya di beberapa titik yang di rasa aman dari para pemangsa telur miliknya. Dan pada umumnya satu Induk Jangkrik betina mampu bertelur sebanyak 200-300 butir, setelah semua telur di keluarkan maka ia akan mati.demikian informasi dari saya semoga bermanfaat serta dapat membantu anda untuk mengawinkan atau menjodohkn jangkrik.