Cara Membedakan Tepung Jangkrik Murni dengan yang Bukan


Saat ini, mungkin tepung jangkrik baru populer sebagai pakan ternak unggas dan beberapa binatang peliharaan lainnya. Untuk unggas, misalnya: burung ocehan kita, burung murai, dan burung jalak. Beberapa binatang peliharaan lainnya yang termasuk kategori mamalia pemakan jangkrik adalah sugar glider dan landak mini. Ada juga ikan louhan dan arwana yang juga suka memakan jangkrik.

Cara Membedakan Tepung Jangkrik Murni dengan yang Bukan
Cara Membedakan Tepung Jangkrik Murni dengan yang Bukan

Cara Membedakan Tepung Jangkrik Murni dengan yang Bukan
Cara Membedakan Tepung Jangkrik Murni dengan yang Bukan

Ternyata, kehadiran tepung jangkrik di Amerika Serikat dan Eropa juga dimanfaatkan untuk bahan pangan makanan manusia. Di Amerika Serikat, tepung yang kaya akan protein ini dipakai untuk bahan pembuat kue. Alasannya? Kandungan protein yang terdapat pada serangga, terutama jangkrik, ternyata lebih tinggi dari sapi dan dapat membantu penduduk miskin serta kekurangan gizi di berbagai belahan dunia. Beberapa contoh produk kue yang mulai dijual bebas di Amerika adalah Bitty Foods dan Evo.


Cara Membedakan Tepung Jangkrik Murni dengan yang Bukan
Cara Membedakan Tepung Jangkrik Murni dengan yang Bukan


Cara Membedakan Tepung Jangkrik Murni dengan yang Bukan
Cara Membedakan Tepung Jangkrik Murni dengan yang Bukan



Sementara itu, tepung jangkrik di Prancis mulai digunakan sebagai bahan pembuat pasta. Tentu saja, bagian terbesar dari pembuatan pasta ini tetap tepung gandum (dengan rasio sebesar 93 persen). Tepung jangkrik yang ditambahkan selama proses pembuatan menjadikan pasta tersebut berwarna lebih kecoklatan daripada pasta yang biasa

Namun, bagaimana cara membedakan tepung jangkrik yang murni dengan yang bukan?

Tentu saja, tepung jangkrik yang murni digunakan sebagai pakan hewan peliharaan. Kandungan protein dan asam amino yang terdapat di dalamnya sekitar satu kilogram jangkrik kering setara dengan lima kilogram jangkrik yang masih hidup secara ukuran berat. Artinya setiap satu kilo jangkrik hidup, jika di buat tepung jangkrik beratnya hanya tinggal seperlimanya saja (kurang lebih 210gr hingga 230gr). Selain itu, tidak ada campuran air di dalamnya. Jadi, tepung jangkrik yang murni tidak akan mudah kedaluwarsa.

Lalu, bagaimana dengan tepung jangkrik yang tidak murni?

Sesuai dengan contoh dua kasus di atas, tepung campuran ini mulai digunakan untuk bahan makanan yang bisa dikonsumsi manusia. Tepung jangkrik ini biasanya dicampur dengan beberapa jenis tepung lain yang sudah biasa dikonsumsi manusia, seperti: gandum, jagung, singkong, dan lain sebagainya. Siasat ini ditempuh karena jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan semakin meningkat, sementara lahan untuk bertanam semakin berkurang akibat arus modernisasi.

Meski demikian, akankah Anda mempertimbangkan tepung jangkrik sebagai bahan dari menu makanan sehari-hari? Hmm, sepertinya merupakan tantangan yang menarik. Apalagi, bangsa Amerika dan Eropa sudah lebih dulu mencobanya.

Sumber : http://www.caraternakjangkrik.com/2016/02/menikmati-gurihnya-makanan-olahan-jangkrik.html