Skip to main content

Peneluran Jangkrik dengan Media Pasir dan Tanah

 Peneluran Jangkrik dengan Media Pasir dan Tanah


Jangkrik, familia Gryllidae, adalah serangga yang berkerabat dengan belalang, memiliki tubuh rata dan antena panjang. Jangkrik adalah omnivora, dikenal dengan suaranya yang hanya dihasilkan oleh jangkrik jantan. Suara ini digunakan untuk menarik betina dan menolak jantan lainnya. Suara jangkrik ini semakin keras dengan naiknya suhu sekitar. Ada sekitar 900 spesies jangkrik.

Jangkrik telah dipelihara manusia sejak lama, dan di Asia dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Adu jangkrik adalah sejenis permainan judi.Di Caraguatatuba, Brazil, jangkrik hitam di dalam ruangan dipercaya sebagai tanda datangnya penyakit, jangkrik hijau harapan, dan jangkrik kelabu uang. Dalam komedi, suara jangkrik biasanya digunakan untuk menandakan lawakan yang tidak lucu dan tidak membuat orang tertawa.

 Peneluran Jangkrik dengan Media Pasir dan Tanah
 Peneluran Jangkrik dengan Media Pasir dan Tanah

Baru-baru ini jangkrik menjadi populer dan mulai di lirik oleh para pelaku bisnis, banyak para pelaku bisnis tertarik pada jangkrik karena jengkerik sekarang mulai memilki nilai ekonomi yang lumayan dari makanan burung hingga bahan dasar kosmetik.Dulu pengusaha ternak jangkrik menangkap jangkrik langsung di alam mereka mencari jangkrik di dalam belukar dan di sekitar taman kota.

Setelah sekian lama minat masyarakat semakin meninggi, maka permintaan jangkrik terus meningkat, namun jangkrik alam sekarang sulit diperoleh karena polusi, karenanya untuk memenuhi persyaratan sekarang jangkrik mulai di budidaya.

Keunggulan dari jangkrik budidaya dibanding jangkrik alam adalah :

 Peneluran Jangkrik dengan Media Pasir dan Tanah
 Peneluran Jangkrik dengan Media Pasir dan Tanah
Jangkrik budidaya memiliki tubuh lebih besar daripada jangkrik alam dan usia panen lebih cepat, dengan keunggulan seperti itu budidaya jangkrik sekarang terus meningkat.

 Peneluran Jangkrik dengan Media Pasir dan Tanah
 Peneluran Jangkrik dengan Media Pasir dan Tanah


Pasir atau tanah yang digunakan untuk tempat peneluran jangkrik harus bersih dan lembut. Sebelum diletakkan di kotak penangkaran, pasir atau tanah diayak terlebih dahulu dengan saringan yang halus. Hasil ayakan disteril terlebih dahulu dengan cara dijemur selama 2 – 3 hari digoreng sangan ( sangria ). Setelah dingin, pasir atau tanah tempat peneluran tersebut ditaruh pada sebuah nampan plastic dengan ketebalan kurang lebih 1,5 cm.

Induk jangkrik yang telah siap bertelur dimasukkan ke dalam kotak dengan perbandingan jangkrik jantan dan jangkrik betina 1 : 3. artinya, satu ekor jangkrik jantan di kawinkan dengan tiga ekor jangkrik betina. Kotak peneluran sebaiknya cukup luas dan di dalamnya diisi daun-daun kering, misalnya daun jati, daun pisang ( klaras), daun sukun, daun tebu, atau daun-daun lain yang bagus. Funsgi daun-daun kering tersebut adalah untuk tempat berlindung dan bersembunyi bagi induk jangkrik.

 Peneluran Jangkrik dengan Media Pasir dan Tanah
 Peneluran Jangkrik dengan Media Pasir dan Tanah

Setelah kotak peneluran diisi induk jangkrik dan daun-daun kering, kemudian nampan plastik yang diisi pasir halus dimasukkan ke dalamnya tepat di tengah-tengah kotak. Kelembapan media pasir tempat bertelur harus tetap dijaga sampai jangkrik – jangkrik betina bertelur.Cara menjaga kelembapan kotak dan media pasir untuk peneluran dapat dilakukan dengan cara disemprot kabut air ( spary ) yang halus setiap 2 hari sekali.

Jika induk jangkrik yang dimasukkan ke dalam kotak cukup banyak, nampan plastik tempat peneluran harus dicek ( diamati ) setiap 2 – 3 hari sekali untuk apakah telur-telur jangkrik sudah terdapat di dalam nampan plastik berisi pasir tersebut atau belum. Jika telur yang berada di dalam media peneluran sudah cukup banyak, nampan di ambil dan diletakkan di salah satu kotak yang dipersiapkan untuk penetasan atau pembesaran jangkrik. Selanjutnya, kotak peneluran tersebut diberi nampan plastic yang berisi pasir halus lagi untuk peneluran jangkrik pada hari ke 3 dan seterusnya. Pengecekan/pengamatan ini selalu dilakukan sambil menyortir induk jangkrik yang mati di dalam kotak.

Kegiatan peneluran jangkrik ini dilakukan sampai diperoleh beberapa nampan berisi telur jangkrik, dan induk dalam kotak peneluran tersebut makin sedikit. Apabila diperlukan, tambahkan beberapa induk baru ke dalam kotak setelah peneluran berlangsung 7 – 8 hari. Penambahan induk ini bertujuan agar setiap 2 – 3 hari kita dapat menghasilkan telur-telur jangkrik yang siap untuk ditetaskan.

Pengambilan telur tidak harus dilakukan setiap 2 – 3 hari sekali, tetapi pengambilan telur dapat disesuaikan dengan banyak sedikitnya indukkan yang ada di dalam kotak peneluran. Apabila jumlah induk di dalam kotak cukup banyak, pengambilan telur dapat dilakukan setiap hari atau setiap jam. Demikian seterusnya sampai telur-telur jangkrik dapat di panen.

Sumber : http://www.caraternakjangkrik.com/2015/12/budidaya-ternak-jangkrik-untuk-usaha.html 

Popular posts from this blog

Perbedaan Jangkrik Alam dan Jangkrik genggong

Jangkrik madu  adalah satu spesisies dengan Jangkrik Alam, perbedaannya hanya di warna jangkriknya jangkrik alam berwarna coklat dan jangkrik madu berwarna kuning masih dalam satu sub spesies acheta domestica jenis jangkrik alam/seliring/alas itu bentuk tubuhnya lebih kecil dan panjang , tidak banyak mengandung air jenis jangkrik alam /seliring/alas tersebar di seluruh indonesia dan yang paling di minati. umur jenis jangkrik alam lebih lama yaitu sekitar 35 - 40 hari masa panen dan warna nya coklat kekuningan. jangkrik jangkrik Kalung adalah nama lain dari Jangkrik Genggong (Gryllus Bimaculatus) sekedar informasi saja, Jangkrik Genggong ini adalah penamaan jangkrik kalung di daerah sumatra dan sekitarnya biasa juga disebut jangkrik air (karena tubuhnya mengandung banyak air.jenis jangkrik kalung/genggong itu merupakan jangkrik sering kita jumpai , persebaran nya di seluruh indonesia. bentuk tubuh jangkrik kalung/genggong lebih besar dari jangkrik alam dan mengandung ban...

Cara Ternak Jangkrik Paling Mudah Pasti Panen untuk Pemula

Cara Ternak Jangkrik Paling Mudah Pasti Panen untuk Pemula Cara Ternak Jangkrik Di era yang sudah serba modern ini justru hal kecil seperti cara ternak Jangkrik semakin di kembangkan dengan tujuan untuk menunjang perekonomian masyarakat dalam menghadapi zaman yang serba canggih saat ini. Binatang yang besarnya hanya sebiji kurma ini merupakan jenis serangga yang memiliki sayap dan dapat mengeluarkan suara yang khas (ngerik). Serangga ini juga akan aktif untuk berkelangsungan hidup pada saat malam hari. Jangkrik berasal dari bahasa latin (Gryllidae) yang saat ini telah ramai di budidayakan keberadaanya oleh masyarakat di Negara Kita. Alasan utama ternak Jangkrik adalah untuk mendapatkan penghasilan karena hasil panen Jangkrik akan di jual dan di gunakan sebagai sumber pakan binatang peliharaan seperti; burung, ikan hias, musang, garangan, ular, aneka reptil, dan masih banyak lagi manfaat lainnya. Cara Ternak Jangkrik Paling Mudah Pasti Panen untuk Pemula Dalam cara ternak...

Pengeraman Telur Jangkrik: Langkah Demi Langkah

Pengeraman Telur Jangkrik: Langkah Demi Langkah Pengeraman telur jangkrik adalah tahap kunci dalam budidaya jangkrik. Proses ini memungkinkan telur jangkrik untuk menetas dan menjadi larva yang kemudian berkembang menjadi jangkrik dewasa. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk pengeraman telur jangkrik yang berhasil. 1. Pemilihan Telur yang Sehat Langkah pertama adalah memilih telur jangkrik yang sehat. Telur yang sehat biasanya memiliki warna putih atau kekuningan dan berukuran seragam. Hindari telur yang tampak rusak, berubah warna, atau tampak tidak sehat. 2. Persiapan Wadah Pengeraman Siapkan wadah khusus untuk pengeraman telur. Wadah ini harus bersih dan steril. Anda dapat menggunakan wadah plastik atau kotak kaca dengan tutup yang dapat dijaga kelembabannya. 3. Substrat yang Sesuai Tambahkan substrat yang sesuai ke dalam wadah pengeraman. Substrat yang baik dapat terdiri dari campuran serbuk kayu, serbuk gergaji, dan pasir. Pastikan substrat cukup lembap ...